ADA APA DENGAN DAUROH DI(kampung) SAMPUNG?

Dengan hati yang sedih kami harus berkata : “Telah tersebar info Daurah Nasional di Ngawi melalui pamflet serta SMS. Adapula yang menyebarkannya email sebagaimana yang dilakukan oleh saudaraku Nurhijaz, tak lupa ajakan untuk menghadiri acara tersebut dengan membawa sanad dari seseorang (nama kunyahpun tak disebutkannya) yang berhasil melakukan hubungan via telepon dengan Abu Hammam Al Yamani dengan Syaikh Robi’ (informasi ini juga ditampilkan di: http://al-ilmu.com/headline.php?id=91 ). Tak luput pula saudara Munajat menggunakan milis nashihah untuk menyebarkan informasi yang sama (berdasarkan isi pamflet).

Adapun isi pamflet yang sampai kepada kami simak di http://img25.imageshack.us/img25/7663/48227663.jpg.

Nampak tertulis jelas: “Bekerjasama dengan: Pemerintah Kabupaten Ngawi (lengkap dengan logo Pemkab Ngawi).” Dan tertulis : “Klik… http://www.aloloom.net”.

Dengan tulisan di atas, penyebar informasi (juga pembuat pamflet tsb) ingin menegaskan kepada kita sekalian bahwa 2 orang Syaikh dari Yaman tsb adalah TAMU NEGARA (dalam hal ini Tamu Resmi Pemerintah Kabupaten Ngawi Jawa Timur Indonesia), yang dengannya Pemerintah Kabupaten Ngawi “harus” ikut pula bertanggungjawab baik secara logistic maupun security sesuai dengan standar protokoler terhadap Tamu Negara dari Negeri lain.
Benarkah mereka adalah tamu Negara? Jika benar, tentulah ini merupakan prestasi yang prestisius bagi saudara Hasan Ngawi dan saudara Abu Hazim yang mempromotori pelaksanaan Dauroh untuk pertama kalinya.
Ataukah… sekadar trik panitia yang semula hanyalah pengajuan proposal pinjam tempat (Masjid Agung Ngawi) kepada pemerintah untuk mengadakan acara, namun kemudian dengan sedikit polesan sudah begitu “Percaya Diri” menampilkannya diri sebagai “Bekerjasama dengan: Pemerintah Kabupaten Ngawi (lengkap dengan logo Pemkab Ngawi). Klik… http://www.aloloom.net” Allahu a’lam.

Tentulah para ustadz di daerah Ngawi dan sekitarnya yang lebih berhak untuk memberikan klarifikasi atasnya.

Selain itu, ada beberapa tanggapan yang perlu kami sampaikan:
1.Siapakah seseorang yang berhubungan dengan Abu Hammam Al Yamani dengan membawa sanad dari Syaikh Robi’, agar menghadiri kedua acara tsb (Dauroh Ngawi dan Bantul-Jogja)?

2.Dalam pikiran yang sederhana, kita semua akan bisa mengamalkan fatwa Syaikh Robi’ untuk hadir di Daurah Ngawi (18-20 Juli), kemudian datang ke Dauroh Bantul (25-27 Juli). Fatwa yang mereka sebarkan, yang menyebutkan diharap salafiyyin untuk hadir HANYA di kedua dauroh tsb (Ngawi dan Bantul). Tidak di selainnya! Tidak di sampung MAGETAN tentunya !

3.Kalau kita sedikit seksama membaca Pengumuman Dauroh Ngawi yang disebar, niscaya kita akan menemukan kenyataan bahwa Dauroh Ngawi HANYALAH sasaran kecil untuk menggapai agenda yang jauh lebih besar dan lebih penting yaitu DAUROH SATU BULAN DI MARKIZ ITTIBA’US SUNNAH SAMPUNG MAGETAN yang dilaksanakan SEUSAI Dauroh Ngawi (lihat tulisan di pamflet paling bawah yang di bold hitam). DAUROH yang nyata-nyata disusun bersamaan (bahkan lebih panjang) untuk MENGIMBANGI Dauroh Bantul-Jogja yang diisi (insya Allah) oleh para Masyayikh yang memiliki hubungan dekat dengan Syaikh Robi’ hafidhahullah. Berikut isi SMS yang disebarkan untuk memperkuat bukti di atas: “DaurohInsyaAllahDimasjidAgungBaiturrahmanNgawi,18-20juli.Sy.HasanArRoimy&Sy.MuhBinMani’(YAMAN), dilanjutkan1blnDarsDiMa’hadSampungMgt,mohonSebar” Perhatikan kalimat yang kami bold, adakah kesempatan untuk hadir di Dauroh Bantul-Jogja sebagaimana penegasan Syaikh Robi’ untuk menghadirinya, jika SEUSAI Dauroh Ngawi telah di’Sampung’kan dgn program susulan berupa Dars 1 Bulan di Sampung Magetan?! Bukankah saudaraku Nurhijaz, “seseorang” yang bersandar kepada Abu Hammam Al Yamani dan saudara Munajat juga menukil nasehat Syaikh Robi’ agar Salafiyyun menghadiri Dauroh Bantul (dan bukan Dauroh Sampung)?!

4.Satu pertanyaan buat saudaraku Nurhijaz dan seseorang yang berhubungan dengan Abu Hammam Al Yamani, apakah kalian juga menjelaskan kepada Syaikh Robi’ bahwa seusai Dauroh Ngawi telah disusul dengan agenda “Sampung” untuk menyaingi rangkaian Dauroh Rutin Tahunan yang di Bantul? Tentu kalian akan menjawab (sebagaimana yang kalian sebarkan) bahwa Syaikh menegaskan agar Salafiyyun hadir di 2 Dauroh tersebut yakni Dauroh Ngawi dan Bantul. Dan tidak ada penegasan sama sekali dari beliau untuk menghadiri Dauroh SATU BULAN di Sampung Magetan yang sengaja disamakan waktunya dengan Dauroh Bantul-Jogja (yang diisi – tanpa kita harus ragu! – oleh orang-orang dekat beliau hafidhahullah)! Adakah diantara kita yang percaya bahwa Syaikh Robi’ memalingkan Salafiyyun dari Dauroh Bantul-Jogja yang diisi oleh orang-orang dekat beliau, untuk kemudian beliau menegaskan agar Salafiyyun menghadiri Dauroh di Kampung Sampung?! Tentu tidak.

5.Dari SMS, pamflet dan email yang disebarkan jelas tidak tepat jika mereka menjadikan fatwa Syaikh Robi’ sebagai penegasan untuk hadir di Kampung Sampung selama 1 bulan. Pada pamflet yang sama juga nampak jelas semangat yang kontraproduktif demi padamnya api fitnah, semangat untuk memecah konsentrasi Dauroh Bantul yang justru diisi oleh orang-orang kepercayaan Syaikh Robi’ hafidhahullah. Insya Allah dengan datangnya para Masyayikh di Bantul nanti, akan tersingkap siapakah seseorang ini yang begitu bersemangat menjadikan fatwa Syaikh Robi’ sebagai tameng Dauroh Ngawi yang kemudian begitu semangatnya pula dijadikan tameng oleh panitia Dauroh Magetan di Kampung Sampung dalam rangka menandingi Dauroh Tahunan di Bantul-Jogja. Apakah saudara Nurhijaz, seseorang dan saudara Munajat juga mau bertanggungjawab terhadap beberapa kedustaan isi pengumuman Dauroh Ngawi yang sebagiannya telah mulai terkuak?

6.Dauroh Sampung, selain tidak ada penegasan dari Syaikh Robi’ untuk menghadirinya, nampak bahwa Dauroh ini tidak ada semangat untuk berbenah diri, upaya untuk mendekatkan dan melunakkan hati-hati yang terkoyak, melakukan segala hal yang bisa memadamkan api fitnah sebagaimana nasehat Syaikh Robi’ hafidhahullah. Bukannya meneladani fatwa Syaikh Robi’ untuk ikut menyukseskan Dauroh Bantul-Jogja demi mempererat persatuan umat. Dauroh Sampung kini justru dikhawatirkan menjadi salah satu bukti terkini, semangat menyaingi dauroh tahunan dari pihak Magetan. Alangkah indahnya jika masing-masing pihak yang bertikai menyambut gembira nasehat Syaikh Robi’, mengerahkan segala daya agar para ustadz (selaku pembimbing dakwah di negeri ini yang langsung berhubungan dengan umat) bisa duduk bersama, di tempat yang sama, memecahkan dan mengemukakan problem pertikaian yang ada di depan para ulama yang memang datang dari sisi Syaikh Robi’ Hafidhahullah. Bukankah selama ini selalu dan selalu Syaikh Robi’ yang mereka jadikan sandaran untuk “memukul” pihak lainnya? Maka bagaimana mungkin mereka berlindung dengan petuah dari Syaikh Robi’ hafidhahullah sementara mereka sendiri membikin acara “Sampung” yang dibuat bersamaan dengan Dauroh para Masyayikh yang datang dari sisi Syaikh Robi’ di Bantul-Jogja? Subhanallah, ini adalah fenomena 2D (Dauroh Dadakan) yang sangat menakjubkan… memecah-belah barisan para ustadz dan ikhwah, agar jangan sampai duduk di tempat yang satu, di depan Masyayikh yang datang dari sisi Syaikh Robi’ untuk mendapatkan jawaban yang menentramkan dan menyelesaikan problematika yang ada. Semangat apa ini? Siapakah sesungguhnya yang memiliki semangat untuk memadamkan api fitnah dan siapa pula yang memiliki kepentingan untuk terus menyalakan api fitnah, memecah-belah para ustadz dengan berlindung di balik fatwa-fatwa Syaikh Robi’ hafidhahullah?!

7.Para ikhwah mungkin saja bisa hadir di dauroh Ngawi dan Bantul (karena acaranya memang tidak dibuat persis bersamaan) tetapi bgmn dgn para ustadz? Apakah mereka bisa hadir sementara acaranya dibarengkan? Bukankah para ustadz akan bingung? Kita jawab, tidak! Para ustadz (sebagai pembimbing kita) tidak akan bingung! Dari pamflet dan pengumuman yang mereka sebarkan telah nyata menunjukkan bahwa Markiz Sampung telah memberikan ultimatum yang sangat gamblang: “ikut Dauroh kami (yang tidak ada rekomendasi Syaikh Robi’ untuk menghadirinya) dan kalian tidak bisa mengikuti Dauroh di Bantul-Jogja atau kalian ikuti Dauroh di Bantul-Jogja yang diisi oleh orang-orang dekat Syaikh Robi’ yang beliau sendiri merekomendasi penegasan untuk menghadirinya dan kalian tidak mengikuti dars dari para ulama yang datang dari sisi Markiz Paling Murni Sedunia!” Iya, Markiz Sampung telah mengultimatum dan memaksa para ustadz untuk memilih, datang ke Sampung (tanpa rekomendasi Syaikh Robi’) atau datang ke Bantul, duduk bersama para Masyayikh yang datang dari sisi Syaikh Robi’!

8.Belum lagi syarat yang ditetapkan oleh Syaikh Robi’ agar da’i yang datang dari sisi Dammaj tersebut tidak membicarakan fitnah dan tidak pula membicarakan Syaikh Al Mar’i bersaudara. Acara Dauroh di Ngawi dan Magetan belum berlangsung, tapi kita sudah disuguhi aksi jarh thd Syaikh Al Mar’i. La qaula wala quwwata illa billah.

Saudaraku Nurhijaz, saudaraku seseorang, saudaraku Munajat pemilik al-ilmu.com/akhwat.web.id, dan orang-orang yang menyebarkan pamflet tersebut memiliki kewajiban ilmiyah untuk memberikan penjelasan. Jangan umat dibuat bingung, menjadikan fatwa Syaikh Robi’ sebagai sandaran, di saat yang sama juga bersikap kontraproduktif menjadikan fatwa tsb (sadar atau tidak) sebagai alat untuk “menandingi” Dauroh Bantul-Jogja yang diisi oleh orang-orang kepercayaan beliau. Kami ulang lagi, jangan hanya terfokus dengan fenomena penampakan aneh seputar Dauroh Ngawi (yang inipun sudah terkandung penipuan dan kedustaan), persoalan yang tak kalah besarnya juga terletak di Dauroh Kampung Sampung, demi menggagalkan kita semua untuk mengikuti nasehat Syaikh Robi’ agar hadir di Dauroh Bantul-Jogja.

Kampung Sampung telah menjual barang dagangannya, tetapi bukankah wajar jika kita berpaling demi memilih “dagangan” yang lebih mantap dan berkualitas? “Dagangan akhirat” yang nyata-nyata datang dari sisi Syaikh Robi’ hafidhahullah sebagaimana begitu bersemangatnya mereka menyebarkan fatwa dari Syaikh Robi’.

Semoga Allah Ta’ala memberikan ketegaran dan kekuatan kepada segenap panitia pengampu acara yang mulia ini, sungguh kalian memikul beban yang sangat berat yang tidak setiap insan mampu memikulnya, kita semua sangat membutuhkan acara seperti ini setiap tahunnya dan bahkan lebih banyak lagi kesempatan untuk bertemu dengan para ulama Ahlussunnah.

Tentulah Syaithon beserta segenap bala tentaranya tidak akan ridho, dengan segala cara mereka merendahkan dan menghinakan demi pupusnya acara mulia seperti ini. Suksesnya acara ini menjadi tanggungjawab kita bersama sebagaimana acara ini sudah menjadi kebutuhan penting kita para Salafiyyun di negeri ini untuk langsung mendengarkan petuah dan nasehat emas dari para ulama Rabbaniyyun..semoga kita semuanya terketuk untuk berta’awun, menyumbangkan segala apa yang kita mampu baik moril maupun materiil demi suksesnya acara yang mulia ini. Adapun anjing menggonggong,…itu memang sudah pekerjaannya. Allahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s